Senin, 29 Desember 2014

Catatan Akhir Tahun

Matahari tlah muncul dari peraduannya. Langit cerah dengan warnanya. Aku bersyukur kepada-Nya karena di akhir tahun ini masih bisa menghirup udara dengan gratis. Bersyukur adalah salah satu bukti taqwa dan cinta kita kepada Allah yang memilihara seluruh alam semesta ini berserta isinya. Cinta kepada hidup itulah taqwa. Cinta? Kalau menurut cherybelle cinta itu satu kata penuh makna, kalau menurut gita gutawa cinta itu rangkain kata, tapi kalau menurut d’masiv cinta ini membunuh ku. Ada apa dengan cinta? Akan kah selalu berkaitan dengan suatu yang indah? Mungkinkah cinta itu harus memiliki? Atau bisa jadi cinta hanya sebuah perasaan yang bisa membuat orang lupa waktu, lupa teman, lupa keluarga, dan lupa diri? Tapi kenapa cinta itu ada? Untuk apa cinta itu? Kalau pada akhirnya hanya membuang waktu? Begitu kah? Cinta memang selalu membuat aku bertanya-tanya, dan sampai akhir tahun ini aku belum menemukan jawaban yang sempurna.
Bagi ku cinta itu rumit, serumit apapun yang rumit.
Cinta kepada Allah. Cinta kepada kedua orang tua. Cinta kepada diri sendiri. Cinta kepada teman. Cinta kepada hidup. Cinta kepada dunia. Cinta kepada lawan jenis???
Oke kita abaikan sebentar tentang kata-kata di atas.
Tahun ini. Tahun 2014 banyak pelajaran hidup yang aku dapatkan. Pelajaran hidup yang membuat aku untuk selalu sabar dan sabar lagi. Pelajaran hidup yang membuat aku dapat lebih menghargai perasaan orang lain. Banyak sesuatu yang tak terduga di tahun ini. Banyak rahasia di belakangku. Banyak kejadian yang mengejutkan. Banyak kejadian yang terulang kembali. Seperti siklus, sudah berjalan kemana-mana tapi ketemunya dengan tempat yang sama lagi. Banyak juga yang datang dan pergi. Mungkin juga banyak kemunafikan dan kebohongan yang aku dapat kan di tahun ini?? Biarlah waktu yang mejawab.
Oke kembali lagi ke CINTA. Aku lagi kepengen ngebahas kata-kata itu di catatan akhir tahun ini hehe.
Cinta itu penyebab dari 1 masalah. Terkadang cinta membuat yang dulunya satu menjadi dua. Cinta terkadang juga bisa merusak persahabatan. Cinta bisa membuat seseorang menjadi orang lain. Itu sisi negative nya dan mungkin masih banyak lagi. Tapi kalau sisi positif nya adalah Cinta bisa membuat orang malas menjadi rajin. Orang bodoh menjadi pintar. Orang yang dulu nya malas mandi jadi rajin mandi. Orang yang dulu nya masabodoh jadi peduli. Orang yang dulu nya benci tapi jadi cinta dan sebagainya…
Banyak banget cinta yang aku dapatkan di tahun ini. Cinta dari Allah. Cinta dari teman-teman. Cinta dari orang tua dan cinta dari kamu. Iya kamu. Hahaha
Di tahun ini lah usia ku beranjak 17 tahun. Kalau menurut kebanyakkan orang 17 tahun itu adalah perpindahan dari ABG ke remaja. Yaa mungkin begitulah. Di tahun ini aku mendapatkan masalah yang benar- benar  membuat aku muak! di tahun ini juga aku lebih banyak belajar untuk berfikir secara dewasa dan cermat. Dan Alhamdulillah di tahun ini aku bisa memiliki apa yang aku inginkan.
Tapi di tahun ini aku menyadari sesuatu, bahwa 3tahun yang lalu aku pernah membuat seseorang kecewa, membuat orang itu sakit hati, membuat orang itu cemburu, membuat hati itu terluka. Hati yang pada akhirnya membuat aku jatuh cinta lagi. Aku sekarang tersadar, kenapa waktu itu semuanya terasa susah. Aku megabaikannya di saat dia mencintaiku tapi aku mencintainya di saat dia tak mencintaiku, dan aku baru menemukan jawaban dari segala gundah ku dulu pada tahun ini. Aku mengerti itu. Tapi sekarang bukan yang dulu lagi. Perasaan itu juga sudah berlalu. Sekarang hanya ada perasaan rindu. Rindu sebagai teman.
Ya itu sebagian dari kisah cinta. Cinta pernah membuat aku menjadi seseorang yang egois. Sekarang ini lah aku menjadi egois karena cinta. Aku ingin cuma aku yang bisa mencintai nya dengan tulus. Aku ingin hanya aku yang bisa mengerti segala keadaannya. Aku ingin Cuma aku yang menerima segala kekurangan nya. Aku ingin hanya aku yang selalu ada untuk nya. Aku ingin Cuma aku yang bisa membuat nya bahagia dan sedih. Aku ingin hanya aku satu-satu nya alasan dia untuk tersenyum. Aku ingin, aku lah orang pertama yang dia ingat saat dia bangun dari tidur nya dan menjadi orang yang dia pikirkan sebelum dia tertidur. Aku ingin hanya aku yang menjadi orang pertama yang dia sms di pagi hari dan orang terakhir yang dia sms di malam hari. Aku mau cuma aku, hanya aku yang ada di hidupnya supaya dia selalu membutuhkan ku, supaya dia tidak meninggalkan ku. Memang bisa seperti itu? Aneh, kenapa aku bisa berfikir seperti itu? Mungkin karena aku sangat mencintainya. Aku tak ingin dia bersama yang lain. Aku bukan tipe orang yang bahagia saat melihat orang yang di cintai bahagia bersama orang lain. Munafik kalau seandainya ada yang bilang “aku bahagia jika kamu bahagia dengan pilihan mu”. Itu hanya kebohongan yang bodoh! Mana ada yang bahagia melihat orang yang di cintainya bersama orang lain. setuju? tapi kalau memang ada, aku salut kepada orang itu karena aku sendiri tidak bisa merasakan bahagia saat melihat orang yang aku cintai bersama orang lain.
Bahagia? Bahagia itu relative. Sangat sederhana. Banyak kebahagian yang aku dapatkan di tahun ini. Dari yang kecil, yang biasa-biasa saja, sampai yang luar biasa. Sampai yang menurut orang lain biasa-biasa saja tapi menurut aku itu sangat luar biasa.
Hm tidak terasa sekarang udah di penghujung 2014. 2014 banyak mengajarkan ku tentang makna dari sebuah kata cinta dan hidup yang sangat membuat ku berfikir menjadi lebih baik. 2014 ini tahun yang telah mengubah hidup aku untuk selalu menjadi lebih baik untuk diri sendiri dan orang lain. 2014 ini mengajarkan ku untuk tidak memikirkan sesuatu yang hanya membuang waktu. 2014 mengajarkan aku untuk berfikir secara dewasa dan rasional. 2014 juga membuat hidup aku lebih baik dari sebelumnya. Aku juga merasa banyak kesalahan yang aku lakukan di tahun ini. Tapi di tahun ini aku membuang apa yang seharusnya aku buang, aku bisa melupakan apa yang seharusnya aku lupakan, dan aku pergi dari situasi yang membuat aku menjadi lebih buruk. Walaupun masih ada yang belum aku selesaikan di tahun ini. 2015 sudah hampir datang. Aku sudah menjalani rintangan kehidupan di tahun 2014 ini dan aku siap menjalani rintangan kehidupan di tahun 2015 nanti. Semoga 2015 lebih baik dan lebih berkah dari 2014.
Matahari pun hampir sampai keperaduannya. Catatan akhir tahun ini pun aku akhiri. See you!

Senin, 18 November 2013

Tanpa Pernah Aku Tau Apa Yang Ada di Dalam Hatinya..

Kamunya gimana? Apakah ada perasaan yang berbeda? Kamu sadar gak kalau sekarang kita seperti mencoba saling menjauh? Tapi sebenarnya aku nggk mau seperti itu. Sekarang siapa yang berubah? Aku atau kamu? apakah aku perlu minta maaf? Minta maaf karena apa? Aku tidak mengetahui salah dan penyebab yang membuat mu seperti sekarang.  Kamu aneh, kamu nggk kayak dulu lagi, aku kangen kamu yang dulu!
Aku mau kita akrab seperti dulu lagi. Dulu setiap saat kita bercanda, kamu menyapa ku lebih dulu,  dan setiap tulisan dan emotion yang kita gunakan untuk tertawa walau pun tanpa suara. Aku kangen di saat saat itu. Di saat handphone ku slalu berbunyi karena pesan dari mu. Dulu setiap malam sembelum aku tertidur aku selalu menghabiskan waktu ku membaca pesan singkat darimu, tawa kecil mu, senyum berbentuk tulisan dan candaan  kita yang selalu membuat ku tersenyum dalam diam. Perasaan ini sangat dalam, sehingga aku memilih untuk memendamnya.  Tapi apakah kau juga begitu? Aku ragu!  Aku ingin tahu, apa sesungguhnya yang ada di hati mu? Aku ingin tahu bagaimana aku di mata mu? tapi aku tak punya keberanian untuk menanyakan hal itu. Kamu tak benar benar hilang hanya kadang hilang kadang muncul. September lalu aku masih ingat kita pernah begitu akrab.
Aku ingin percakapan kita seperti dulu, semua percakapan yang berupa pesan singkat, kata-kata di dalamnya tak pernah aku lupakan, bahkan aku masih menyimpannya sekarang, aneh? Tapi memang begitu kenyataannya. Seandainya aku bisa meminta kepada Tuhan untuk bisa mengulangi percakapan manis itu untuk kesekian kalinya. Aku tidak ingin kita menjauh seperti ini.  Ingat,  apa yang aku lakukan padamu ketika ulang tahun mu di awal agustus lalu? Aku tidak tidur hingga pukul 12 malam, terus segara aku kirim kan ucapan selamat ulang tahun walau pun hanya berupa pesan singkat tapi itu hal yang aku anggap berkesan.
Tapi sekarang bukan dulu lagi. Sekarang kita jarang berkomunikasi, kabar mu hanya aku curi dengan melihat isi twitter mu dan facebook mu. Itu juga terkadang ada terkadang tidak.  Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa tetap kuat dan bertahan? Ku larikan rasa rindu ini dan galauan ini ke dalam tulisan yang mungkin setelah kamu baca hanya menimbulkan tawa kecil dari mulut mu.  Dan mungkin menurutmu ini adalah rindu dan galaun yang lucu. Aku kira tidak ada lagi perkenalan yang indah hanya di awal saja tapi ternyata sekarang aku merasakannya lagi.
Jadi apa kabar mu sekarang? Mungkin banyak hal yang baru yang tidak aku tahu dari mu. mungkin salah aku yang terlalu cepat jatuh cinta kepada mu. Pertama kali bertemu di timeline twitter,  aku  terlalu penasaran ketika mengetahui kehadiran mu mulai mengisi kekosongan hati ku.  kebahagian ku mulai hadir saat kamu meminta nomor handphone ku dan menyapa lebih dulu dalam pesan singkat…..dulu
Dulu aku berharap bisa menjadi sebab kamu tersenyum, bisa menjadi seseorang yang kamu ingat selalu dan bisa menjadi seseorang yang special di hati mu tapi ternyata harapan ku terlalu tinggi.  Sekarang aku memang sudah berhenti berharap, tapi bisakah kamu tidak seperti sekarang ini? Aku tahu semua akan berakhir seiring berjalannya waktu dan akan indah pada waktunya. Aku membayangkan jika suatu saat nanti perasaan ku akan hilang, aku memimpikan ketika kamu tak lagi ada di hati ku. tapi kapan itu terjadi? Tak mudah meyakinkan diriku untuk segera melupakan mu dan membuang persaan ini. Seandainya kamu bisa membaca apa yang di pikiran ku saat ini, mungkin kamu akan mengerti sejenak.
Aku menulis ini ketika aku tak kuat lagi menangis, aku menulis ini ketika aku tak mampu memendam perasaan ini, aku menulis ini ketika hati ku mulai lelah berdiam. Lebay? Setidaknya aku tidak memalsukan perasaan yang sebenarnya!

Selasa, 01 Oktober 2013

Kamu Mencintaiku?



Seorang cowok berambut cepak sudah berdiri di depan sebuah danau, memegang sebuah gitar berwarna coklat. Dia yang dari tadi menunggu kedatangan ku. Aku pun berjalan mendekatinya

“maaf kalau kelamaan nunggu”

“nggk lama kok, yuk duduk”

Mendengar jawaban darinya aku hanya tersenyum dan ikut duduk di samping kirinya. Dia langsung memeluk gitarnya  memainkan sebuah lagu favourite ku,” laguku by Ungu”. Aku kaget, dan menatap kearahnya, dia hanya membalas  dengan senyum sambil menyanyikan lagu itu. Lirik demi lirik aku rasakan, suara gitar dan suaranya yang merdu membuat suasana di danau itu tenang dan aku sangat menyukai itu.

Lagu pun selesai di nyanyikan. Aku bertepuk tangan dan memuji suaranya yang bikin aku terlena. Dia hanya mengucap terimakasih dengan tatapan mata kearah danau.

“apa yang kamu rasakan sekarang?”  katanya

“senang dagdigdug dan terhibur”

“terhibur karena ada aku di samping kamu atau karena lagu tadi?”

“dua dua nya” kataku

“ohhh…. Kamu nggk mau tau apa yang aku rasakan sekarang?”

“memangnya aku boleh tau?”

“boleh dong” jawab lelaki itu sambil mengangkat kedua alisnya

“hemm..apa yang kamu rasakan sekarang?” Tanya ku serius

“yang aku rasakan sekarang adalah cinta”

Aku terdiam kaget, dia merasakan cinta? Benarkah itu?

“aku serius” sambungnya lagi seakan membaca pikiran ku

“kenapa bisa?” Tanya ku lagi

Dia mengambil tangan ku dan menggenggamnya  “cinta itu tanpa kenapa”

Aku diam, seribu pertanyaan mulai muncul di otak ku, benarkah dia juga mencintaiku? Inikah akhir dari penantian panjang ku? Inikah yang di namakan indah pada waktunya? Tolong yakin kan aku lebih dari ini..

“akuu cinta sama kamu, aku sayang sama kamu” ucapnya seakan tau apa yang aku pikirkan

“makasih ya”

“hanya terimaksih? Kamu nggk mau bilang kalau kamu juga sayang dan cinta sama aku?”

“bukan kah aku yang duluan mengungkapkan perasaan ini dari pada kamu! ingat?”

Sekarang gantian, dia malah diam tak menjawab pertanyaan ku, ntah apa yang dipikirkannya.

Aku mencoba menebak tapi tidak aku bisa tahu apa yang dipikirkannya.

“iya aku ingat” ucapnya

Aku hanya senyum kearahnya , seakan menjawab kalau aku senang karena dia ingat, dia juga mengetahui perasaan aku, bahwa aku juga mencintai nya dan perasaan itu tidak pudar sampai detik ini.

“kamu mau jadi pacar aku?”

Pertanyaan itu! Pertanyaan yang selalu aku tunggu akhirnya terucap juga dari mulut dia. Senang dan benar benar senang. Karena aku lah orang yang selalu menunggu dia untuk jatuh cinta. Jatuh cinta kepadaku tepatnya!

“kamu serius?” Tanya ku untuk memastikan ucapanya

“iya aku serius, mau kan?”

Dengan hati yang berbunga bunga aku pun mengangguk ‘iya’

Tiba-tiba aku langsung merasakan sebuah pelukan hangat, pelukan yang selalu aku nantikan, sebuah pelukan dari orang yang telah lama bersarang di hati ku. Salah satu mimipi ku terwujud, karena sekarang aku menjadi milik dia, dia menjadi milik aku. Oh Tuhan terimakasih buat angurah ini, aku pasti akan menjaganya agar tidak hilang. Cinta, biarkan dia menjadi cinta terkahir di hidup ku sungguh aku berharap dia lah jodoh yang telah di siapkan Tuhan untuk aku. Untuk menamani aku menikmati  dunia ini.

Langit di sebelah barat pun mulai berubah menjadi jingga ke ungu-unguan. Matahari sudah hampir meninggal kan bumi. Aku dengannya masih di tepi danau menikmati sunset dengan canda tawa dan kemesraan.

Saat asik tertawa bersamanya tiba-tiba ada orang yang melemparkan sebuah benda ke arah punggung ku, aku kaget dan langsung menoleh kebelakang. Ternyata adik ku yang melemparkan bantal ke punggung ku hingga aku terbangun. Aku duduk di tempat tidur ku. Aku pun menyadari kalau itu hanya sebuah mimpi indah.  Ya hanya mimpi yang sangat indah.

Kamis, 19 September 2013

ada apa dengan kita yang sekarang?



Aku udah lama banget nggk ngerasain perasaan ini, tapi setelah dekat sama kamu, aku ngerasainnya lagi. Kamu adalah orang yang ternyata mampu membuat aku merasakn getaran cinta itu lagi. Perasaan yang begitu dalam dan indah. Jatuh cinta itu indah, tapi nggk selalu indah. Jatuh cinta tapi kita hanya bisa menyimpannya dalam hati itu rasanya perih. Jatuh cinta diam-diam. Kalau di ingat ingat sudah lama aku menyimpan perasaan ini. Perasaan cinta dan sayang buat kamu. Kamu apa kabarnya? Aku kangen sama percakapan panjang kita di pesan singkat atau pun telpon. Aku kangen kamu. kangen banget. Tapi apa iya kamu juga kangen sama aku?
Udah lama ya kita nggk ketemu, jadi kangen sama kita yang dulu. Kamu sekarang kadang muncul kadang hilang. aku kangen kamu yang dulu, kangen kita yang dulu,kangen  kita yang nggk saling berjauhan seperti sekarang. Kita yang sekarang saling berjauhan. Seakan saling mencoba menghilang dari kenyataan.tapi  aku tetap disini, aku tetap menikmati perasaan ini, perasaan sayang, cinta, kangen, sedih dan aku juga menyimpan semua rasa kegelisahan di hati ini. Aku sedih  karena kita yang sekarang, kita yang udah nggk semanis dulu. Aku gelisah karena kamu yang misterius. Terkadang aku mikir mungkin ini karena ada faktor lain yang aku nggk tahu. Terlintas di pikiran aku, kalau aku belum bisa masuk kedalam hidup kamu seutuh nya, aku juga nggk kenal kamu seperti dia kenal sama kamu. dia yang lebih banyak tahu tentang kamu kebanding aku, tapi aku selalu berusaha mencari tahu tentang kamu sebisa aku walaupun aku tahu nggk mungkin aku bisa mengenal kamu seperti dia mengenal kamu. aku pernah mikir kalau ternyata kamu masih nyimpan perasaan sama dia dan dia juga mempunyai perasaan yang aku miliki. Dia (masih) cinta sayang dan kangen sama kamu.
Aku ingin menjadi orang yang kamu pikirkan sebelum kamu tertidur dan bangun dari tidur mu. Aku juga ingin menjadi orang pertama yang selalu kamu sms di pagi hari dan menjadi orang terakhir yang kamu sms di malamnya. Kamu mulai jadi sosok yang aku rindukan, hampir setiap saat aku menunggu pesan singkat mu. Pagi siang soreh malam sampai aku mengantuk dan terlelap. Kalau tidak aku dengar kabar tentangmu, aku meminta kepada Tuhan untuk memberikan kabar mu lewat mimpi di tidur ku. Begitu juga ke esokkan harinya. Menunggu kabar mu, pesan singkat mu, dan kepastian. Rasa ini semakin lama memang membebani pikiran ku tapi hati ini yang meminta untuk tetap disini. Ntah sampai kapan aku harus tetap disini. Disini bertahan buat kamu. aku hanya berharap agar semua ini tidak sia-sia.
Tapi seandainya semua ini hanya sia-sia, aku terima dengan sebisa ku dan sekuat mungkin. Jika aku harus kehilangan lagi aku siap. Mungkin Tuhan masih ingin menguji kesabaran dan ketangguhan ku. Jika suatu saat nanti aku memang harus kehilangan kamu dan jika suatu saat nanti kamu memang harus aku lupakan, apa boleh buat. Aku harus merelakan mu, melupakan mu dan berhenti mengharapkanmu. Tapi jika kamu memang tercipta untuk ku, aku pasti akan memilikimu nanti.